STIE Kalpataru mencatatkan sejarah baru dengan mengirimkan mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan Daerah Sumedang melalui Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD) Tahun 2024. Untuk pertama kalinya, kampus ini mengirimkan lima mahasiswanya untuk menjalankan program pengabdian di Desa Cisitu, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang selama 4 bulan, mulai dari bulan Februari hingga bulan Juni tahun 2024.
Kelima mahasiswa tersebut adalah Rianto (Angkatan 41B Manajemen), Eko Sri Wahyuni (Angkatan 41 Akuntansi), Kintan Aulia Buso (Angkatan 41 Akuntansi), Widy Oktaviani (Angkatan 41.B Akuntansi), dan Mutia Aulia (Angkatan 41.B Akuntansi).
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan LLDIKTI Wilayah IV dalam rangka mendorong pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian mahasiswa di tingkat lokal. Melalui program ini, mereka akan bersinergi dengan masyarakat desa dalam upaya memperkuat semangat gotong royong untuk menciptakan perubahan positif di berbagai aspek kehidupan desa.
Dalam program ini, mereka berhasil mencapai target Key Performance Indicators (KPI) yang mencakup beberapa aspek, seperti Zero New Stunting, pengembangan Pusat Kesejahteraan Sosial, peningkatan Literasi Masyarakat, One Village One Product, serta pelaksanaan Program Inovasi. Capaian ini menunjukkan komitmen dan kerja keras tim dalam mewujudkan tujuan program.
Namun, selama proses pelaksanaannya Eko dan tim menghadapi berbagai tantangan yang cukup signifikan dalam merealisasikan beberapa target tersebut. “Hambatan utama yang kami hadapi adalah kurangnya pengetahuan dari masyarakat mengenai tujuan dan manfaat program yang dijalankan. Selain itu, kami juga menghadapi kendala internal berupa keterbatasan pemahaman kami mengenai program yang ada, terutama yang membutuhkan keahlian teknis atau spesialisasi tertentu. Namun, setelah melakukan riset dan mencari informasi dari berbagai sumber, kami mulai memahami cara terbaik untuk mengimplementasikan program tersebut. Selain itu, pendekatan personal yang dilakukan terhadap masyarakat, seperti berdiskusi langsung, melakukan sosialisasi melalui forum warga dan memberikan edukasi mengenai tujuan program, secara perlahan kami membangun kepercayaan masyarakat. Akhirnya program-program tersebut bisa direalisasikan dengan lancar dan tepat sasaran.” jelas Eko antusias.
Dalam wawancara singkat , Bukhori Muslim selaku Pembina KKN mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan tugas KKN dengan baik. Menurutnya, program KKN ini telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program kerja Pemerintah Sumedang, yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemandirian mereka dan bisa menjadi modal yang berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dan dinamika globalisasi yang semakin tidak menentu saat ini.
“Alhamdulillah, saya merasa senang dan bangga terhadap Mahasiswa KKN yang telah berpartisipasi secara aktif atas program kerja Pemerintah Sumedang, semoga itu bisa membangun skill, knowledge dan kemandirian Mahasiswa sehingga menjadi modal mereka dalam menghadapi perkembangan dan globalisasi yang tidak menentu saat ini.” Ujarnya.
Ketua STIE Kalpataru, Asep Sofwan Munandar, juga mengungkapkan rasa bangganya atas partisipasi kampus dalam program ini. Beliau menilai langkah ini sebagai sebuah terobosan penting bagi institusi. “Saya sangat antusias karena untuk pertama kalinya kampus kami mengirimkan perwakilan dalam program semacam ini. Hal ini menjadi wujud nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Apa yang telah mereka pelajari di bangku kuliah kini dapat diaplikasikan secara langsung untuk membantu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat”
Beliau berharap agar program ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Semoga program ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif bagi semua pihak. Saya juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, terutama terkait pendanaan, agar program seperti ini mendapatkan dukungan yang memadai untuk mencapai hasil yang lebih optimal,” tutupnya.
Keberhasilan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gotong Royong Membangun Desa Tahun 2024 menjadi tonggak sejarah penting bagi STIE Kalpataru dan para mahasiswanya. Program ini tidak hanya menunjukkan dedikasi dan kerja keras mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang dimiliki, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih maju dan mandiri.
Dengan semangat yang telah ditanamkan, harapan besar bahwa program ini akan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih besar di masa depan. Semoga KKN Tematik ini tidak hanya menjadi tradisi yang membanggakan bagi STIE Kalpataru, tetapi juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk terus melibatkan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat demi menciptakan perubahan yang lebih baik.
Penulis : Tuti
Editor : Ayu